Ads by BuzzCity

Minggu, 15 Juli 2012

Home » » Waspadai Hipogonadisme Pada Anak Laki-laki

Waspadai Hipogonadisme Pada Anak Laki-laki

Selain kesehatan fisik dan otak, orangtua juga harus memperhatikan perkembangan hormon, khususnya pada anak laki-laki, agar terhindar dari hipogonadisme. Apa itu?
Arti Hipogonadisme
Menurut pengertian medis, hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan interaksi hormon seperti androgen dan testosteron. Hipogonadisme dijumpai jika didapatkan konsentrasi hormon testosteron yang rendah atau kerja hormon testosteron yang tidak kuat. Nama hipogonadisme itu sendiri berasal dari dua nama kelenjar yang memengaruhi fungsi testis sebagai penghasil testosteron dan spermatozoa, yaitu kelenjar gonadotropik dan kelenjar hipofisis.
Orang tua harus mewaspadai kemungkinan hipogonadisme pada anak laki-laki, karena gangguan penyakit ini berdampak serius pada kualitas hidup mereka kelak. Hipogonadisme dapat mengakibatkan perubahan mental dan psikis anak yang disebabkan kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, hot flashes (rasa panas di wajah), hingga penurunan gairah seks. Pada usia yang lebih dewasa, penderita juga akan mengalami disfungsi ereksi, infertilitas, dan bahkan osteoporosis.
Dr dr Pradana Soewondo SpPD KEMD, Ketua Pengurus Besar PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), yang dijumpai dalam seminar media Aota dan PERKENI “Hipogonadisme pada Pria dan Keganasan Kelenjar Tiroid”, di Hotel Mandarin, Jakarta menyebutkan beberapa ciri anak laki-laki yang kemungkinan mengalami hipogonadisme.
“Apabila anak sudah berumur 14-17 tahun, tapi secara fisik belum terlihat kumis atau rambut halus, penis tidak berkembang, suara kecil, tidak ada jerawat pada wajah atau tidak ada tanda-tanda pertumbuhan dan perkembangan seksual lainnya, maka perlu diwaspadai terjadinya hipogonadisme,” kata Pradana.
Sebuah pemeriksaan hormon testosteron dengan cara pengambilan serum di pagi hari (pukul 07.00-11.00 WIB) bisa menjadi pilihan. Jika kadar testosteron total di atas 350 mg/dl, anak dalam kondisi aman. Konsultasikan terlebih dulu dengan dokter ahli sebelum melakukan tes ini.
by: wida (gayahidup.plasa.msn.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...