Ads by BuzzCity

Minggu, 10 Juni 2012

Home » , » Perkembangan Masa Bayi

Perkembangan Masa Bayi


A.     Pengertian masa bayi
Masa bayi dianggap sebagai masa dasar, karena merupakan dasar periode kehidupan yang sesungguhnya karena pada saat ini banyak pola perilaku, sikap dan pola ekspresi emosi terbentuk. Masa bayi berlangsung dua tahun pertama setelah periode bayi baru lahir,

Masa bayi disebut juga :
a.                  Masa dasar yang sesungguhnya
b.                  Masa dimana perubahan dan perubahan Berjalan pesat
c.                   Masa berkurangnya ketergantungan
d.                  Masa meningkatnya individulitas
e.                   Masa permulaan berkembangnya penggolongan peran seks
f.                    Masa yang menarik
g.                  Masa permulaan kreativitas
h.                  Masa berbahaya


    1. Fisik
Pada masa bayi perkembangan fisik secara jelas dapat diamati, pada enam bulan pertumbuhannya terus bertambah dengan pesat. Tahun pertama peningkatan lebih kepada berat dan tinggi. Selama tahun kedua terjadi penurunan. Selain itu yang berkembang adalah proporsi, tulang, otot dan lemak, bangun tubuh, gigi, susunan syaraf dan organ perasa.

    1. Psikologis
Secara psikologis pada masa bayi terjadi pembentukan pola-pola fundamentalis dan kebiasaan-kebiasaan mengenali wajah orang-orang yang berarti bagi dirinya. Mulai merasakan sentuhan ‘touching’ oleh orang-orang tertentu. Menurut Piaget anak sampai dengan umur + 2 tahun belum nampak adanya mediasi dalam arti ‘aktivitas pikir yang intern’. Semua tingkah laku anak harus dipikir sebagai hal yuang diterima secara sensori dan suatu reaksi yang motorik saja. Oleh karena itu Piaget membedakan dua tahap perkembangan intelegensi pada manusia yaitu sensori motor (sejak lahir sampai 2 tahun) dan tahap konseptual (usia 2 tahun sampai dewasa).

    1. Motorik
Perkembangan masa bayi pada aspek motorik ini dapat diamati dan terlihat reaksi-reaksi spontan yang berulang dilakukan dan tidak dikoordinir. Namun lama kelamaan terjadi secara efektif. Hal ini terlihat pada merangkak, Berjalan dan memainkan benda-benda. Perkembangan motorik terlihat adanya arah.

    1. Perkembangan Bicara
Sebelum  mampu berbicara bayi lebih dahulu dapat mengerti apa yang dikatakan tanpa dapat bereaksi dengan kata hanya dengan ekspresidan gerakan. Oleh karena itu mimik dan ekspresi bayi juga dapat dimengerti setealh usia tiga bulan. Menurut Terman dan Merril rata-rata bayi dapat bereaksi terhadap perintah-perintah pada usia kurang lebih dua tahun. Rata-rata bayi belajar menyampaikan kebutuhan-kebutuhan dan keinginan pada usia tahun-tahun pertama yang disebut dengan komunikasi pra bicara. Bentuk-bentuk pra bicara tersebut adalah menangis, berceloteh, isyarat , ungkapan-ungkapan emosi.

    1. Perkembangan Emosi
Pada bayi terdapat pola emosi tertentu yang bersifat umum seperti kemarahan (menjerit, meronta, menendang, mengibaskan tangan, memukul), ketakutan (takut terhadap ruang gelap, temapt tinggi, binatang dan lain-lain), rasa ingin tahu tentang mainan baru, menjulurkan lidah, membuka mulut, memegang, melempar, membolak balik), kegembiraan (tersenyum, tertawa, menggerakan lengan serta kakinya), afeksi (memeluk mainan kesayangannya, mencium barang-barang kesayangannnya).

    1. Perkembangan Kognitif
Perkembangan konsep merupakan hasil asosiasi dari arti dengan benda dan orang-orang. Piaget menamakan tahap perkembangan ini tahap ‘sensomotorik’ dalam perkembangan konsep. Pada akhir masa perkembangan ini bayi mulai menyusun kata-kata menjadi kalimat sederhana yang dimulai dengan ‘siapa’ ‘apa’ dan ‘dimana’.

    1. Perkembangan Moral
Bayi belum memiliki nilai dan suara hati. Lambat laun bayi mempelajari kode moral dari orang tuanya dan orang-orang yang dekat dengannya. Bayi menilai benar atau salah suatu perbuatan berdasarkan kesakitan atau kesenangan yang dirasakannya.

Masalah-masalah yang dapat membahayakan secara fisik dan yang perlu menjadi perhatian orang tua dan lingkungannya adalah ; kematian, penyakit, kecelakaan, kurang gizi, menjadi gemuk.
Masalah-masalah yang berhubungan dengan psikologis perkembangan motorik, bahaya dalam berbicara dan bahaya emosi (kurangnya kasih sayang, tekanan serta takut dan marah, kasih sayang yang berlebihan serta emosi yang kuat) dan bahaya sosial serta bahaya bermain, pengertian, moralitas, hubungan keluarga dan perkembangan kepribadian.

Seorang bayi dilahirkan dalam keadaan tidak berdaya, belum dapat makan, baru punya reflek menghisap dan menelan. Sebagaimana terlihat pada aspek-aspek perkembangan, tampak bahwa peranan lingkungan sangat penting sekali.
Keluarga adalah lingkungan yang pertama dan utama yang diharapkan dapat :
    1. Memberikan rangsangan agar sensomotoriknya dapat bereaksi.
    2. Memperhatikan kesehatan dan gizi karena bayi belum dapat menolong diri sendiri.
    3. Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk berkembangnya kemampuan berbicara.
    4. Memberikan model tentang konsep moral dan nilai yang benar dan salah.
    5. Memberikan pujian atas kemajuan yang mereka capai.
    6. Memberikan kebiasaan bermain yang konstruktif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...