Ads by BuzzCity

Minggu, 10 Juni 2012

Home » , » Perkembangan Masa Awal dan Akhir Anak-anak

Perkembangan Masa Awal dan Akhir Anak-anak


1.      Pertumbuhan dan perubahan fisik
a.      Tinggi dan berat badan : struktur dan system tubuh
Tinggi badan  ditentukan  oleh faktor keturunan (ras, factor gizi, kesehatan , jenmis kelamin dan perbedaan individual, selama masa kanak-kanak, tubuh anak akan mengalami perubahan, selain tinggi badan berat badan pun dipengaruhi oleh berbagai factor seperti gizi, kesehatan dan factor individual. Pada masa ini anak slealu ingin mengetahui apa yang ada di dalam tubuhnya dan apa yang dikerjakan oleh tubuhnya. Tidak semua anak tumbuh secara normal. Ada diantaranya mereka yang sangat kecil atau kerdil yang disebabkan oleh factor congenital (genetic/ada masalah dalam masa praantara) atau oleh problem-problem fisik. Perubahan bentuk tubuh yang meliputi perubahan dalam perototan dan pertulangan dapat mengakibatkan mereka bertambah kuat, tulang mengeras, memberi bentuk pada tubuh, kematangan otak serta system syaraf pertumbuhan dan perkembangan otak besar dan otak kecil, peningkatan kapasitas system pernafasan dan sirkulasi darah, meningkatkan kebugaran tubuh dan imunitas.

b.      Pertumbuhan otak
Salah satu yang terpenting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa ini adalah pertumbuhan otak dan system syaraf. Otak dan kepala merupakan bagian yagn tumbuh paling cepat. Meningkatnya ukuran otak disebabkan oleh peningkatan jumlah dan ukuran syaraf-syaraf dalam, dan diantaranya bagian-bagian otak. Peningkatan ukuran otak disebabkan oleh peningkatan mielinisasi yaitu proses dimana sel-sel syaraf dilapisi dan diisolasi oleh sebuah lapisan sel-sel lemak, efeknya dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan penyaluran informasi melalui system syaraf. Mielinisasi penting bagi pendewasaan anak, peningkatan kematangan otak dikombinasikan untuk memperoleh pengalaman dan pemunculan kemampuan kognitif.

c.       Persepsi visual
Kematangan penglihatan juga meningkat pada usia prasekolah dan otot-otot mata sudah berkembang di akhir usia prasekolah. Hal ini memungkinkan anak menggerakan matanya untuk melihat sederatan huruf-huruf, memusatkan penglihatan dan mempertahankan perhatiannya untuk jangka waktu cukup lama.

Ciri utama anak usia prasekolah adalah bergerak, seluruh waktunya digunakan untuk bergerak. Gerakan yang pertama dikenal sebagai ketrampilan gerakan kasar atau gross motor skills dan yang kedua adalah keterampilan gerakan halus atau fine motor skills. Kedua macam gerakan ini memungkinkan anak untuk bermain sepanjang waktu. Karena itu masa usia prasekolah disebut juga sebagi masa bermain.

a.      Keterampilan gerakan kasar
Keterampilan gerakan kasar yang dimiliki oleh setiap anak berbeda, berkembang secara bertahap disesuaikan dengan umur. Namun kegiatan bergerak yang tertinggi dari seluruh masa rentang kehidupan manusia pada usia 3 tahun, karena pada usia ini umumnya anak menyukai gerakan sederhana seperti meloncat-loncat, melompat, lari bolak-balik.
Gerakan kasar berbeda dengan resivitas menurut Eilb Elbesfelt 1989, Smith 1989, gerakna kasar dilkakukan dengan senang, tersenyum tetapi agresivitas biasanya gerakan disertai dengan baku hantam, cemberut, dan sikap bermusuhan.

b.      Keterampilan gerakan halus
Tahap gerakan halus adalah sebagai berikut :
Tahap usia 3 tahun           :  gerakannya seperti bayi, kemajuannya
   hanya bisa menggunakan jempol dan jari
   telunjuk.
Tahap usia 4 tahun           :  lebih sempurna, sudah 2-3 jari
Tahap usia 5 tahun           :  lebih sempurna lagi, bahkan sudah ada
   koordinasi antara gerakan motorik dan
   mata.

c.       Kecenderungan atau Kidal
Kidal atau tidak, baru bisa diketahui pada usia 2 – 5 tahun. Masih ada pandangan kidal tidak baik sehingga anak kidal dipaksa untuk menggunakan tangan kanan. Penyebab kekidalan adalah factor genetic, factor keturunan, pengalaman.

3.      Nutrisi
Anak memerlukan nutrisi yang banyak untuk pertumbuhan, nutrisi baik perkembangan juga baik.
Yang harus dipikirkan dalam pembentukan kebiasaan makan berbagai macam makanan yang bergizi karena akan mempengaruhi pertumbuhan tulang, bentuk tubuh dan kerentanan penyakit sehingga dari kecil harus dibiasakan makan sayur, buah, daging, telur dan beras atau gandum sebagai sumber energi.
Pada anak yang mengalami kegemukan (tapi belum obesitas, gemuk luar biasa) tidak dianjurkan untuk diet tapi dilakukan secara perlahan dengan cara mengurangi porsi tapi tidak meninggalkan  syarat 4 sehat 5 sempurna.




4.      Kesehatan dan Penyakit Kanak-kanak
Salah satu ukuran kesejahteraan bangsa ditentukan oleh angka kematian anak balitanya, karena pada anak usia ini rentan terhadap pelbagai penyakit. Penyakit-penyakit biasa menghinggapi anak-anak usia pra sekolah adalah : Diare, campak, tetanus, infeksi saluran pernafasan, kekurangan gizi, penyakit-penyakit lain yang fatal juga dapat menimpa anak usia prasekolah ini adalah kelainan bawaan, kanker dan penyakit jantung.
Oleh karena itu program pendidikan kesehatan di Taman Kanak-kanak perlu diberikan secara gamblang dan sederhana, serta mudah ditangkap oleh anak usia prasekolah. Ada 3 hal yang perlu dikemukakan dalam inti yaitu :
a.            Anak mampu mengidentifikasikan apakah ia merasa sehat atau sakit serta dapat mengatakannya pada orang dewasa atau guru.
b.            Tahu dan dapat mengatakan kepada siapa ia harus meminta bantuan jika mengalami gangguan kesehatan.
c.             Dapat berinisiatif untuk menggunakan bantuan jika mengalami gangguan kesehatan.

Menurut Piaget perkembangan kognitif anak usai prasekolah berada pada periode praoperasional. Kemampuan mengingat, mengenal dan meningkat kembali mengalami kemajuan pesat. Demikian pula perkembangan bahasa.
1.            Berpikir Praoperasional
Ditandai oleh pembentukan konsep-konsep yang stabil, munculnya kemampuan menalar, egosentrisme mulai menguat dan kemudian melemah serta terbentuknya gagasan yang  sifatnya imaginatif.
Periode ini dibagi dalam 2 tahap :
a.            tahap funsi simbolik
b.            tahap berpikir intuitif
     
ad 1a.        Tahap fungsi simbolik
Pada masa ini kemampuan berpikir dikuasai oleh kemampuan berpikir simbolik dan kemampuan mempresentasikan dunia sekitarnya secara mental.
Egosentrisme   :  ketidakmampuan seseorang untuk membedakan antara pandangan sendiri dengan pandangan orang lain.
Animisme        : pada masa ini anak percaya bahwa benda yang bukan tergolong makhluk hidup mempunyai sifat seperti makhluk hidup yang dapat berbuat.
Dolgin dan Behrend 1984 dan Bullock 1985 : “Anak yang masih menggunakan animisme adalah anak yang pengetahuannya dan pengertiannya belum lengkap belum mempunyai konsep yang umum tentang dunia.

ad 1b.        Tahap berpikir intuitif pada anak usia 4 s/d 7 tahun.
Berpikir intuitif : mengetahui tanpa menggunakan pikiran yang rasional.
Selama rentang waktu ini anak masih berpikir primitif dan selalu ingin mengetahui jawaban berbagai pertanyaan atau dapat dikatakan sebagai cara berpikir pralogis (cara berpikir yang masih jauh jika dibandingkan dengan standar berpikir orang dewasa).
Piaget :  menyebut sebagai periode intuitif karena, pada satu pihak anak yakin akan pengetahuan dan pengertiannya tetapi dilain pihak ia sendiri tidak tahu mengapa ia menjawab demikian.

2.            Beberapa aspek lain dalam perkembangan kognitif anak usia prasekolah
a.            Perhatian
b.            Ingatan.

                Berbicara untuk berkomunikasi
Anak 2,5 tahun : bicara makin lama makin relevan dengan ucapan orang lain.
Anak 3 tahun  melakukan terobosan perhatian dalam berkomunikasi :
-          Anak berusaha mencari kejelasan dan membetulkan kesalahpahaman
-          Pengucapan dan tata bahasa mengalami kemajuan pesat.
-          Terjadi peningkatan penggunaan bahasa sebagai alat pengontrol.

Anak usia 4 tahun : pengetahuan mengenai dasar-dasar konversasi.
-          Anak mampu mengalihkan percakapan sesuai dengan pengetahuan si pendengar.
-          Arti harfiah asli lagi satu-satunya petunjuk untuk pengertian.
-          Usul-usul kerjasama adalah hal yang umum.
-          Perselisihan dapat diselesaikan dengan kata-kata.


3.            Kreativitas
Kreativitas memegang peranan yang penting. Keberhasilan seseorang banyak ditentukan oleh aspek itu karena menggunakan daya kreasi, ia dapat menciptakan sesuatu yang unik lain daripada yang lain. Sesuatu dapat disebut kreatif bila ia diluar kebiasaan, artinya berani mengatasi hambatan tradisi dengan menggunakan pandangan-pandangan baru diluar kebiasaan kita. Gagasan kreatif harus punya makna tahan pada waktu artinya gagasan yang betul-betul kreatif walaupun awalnya tidak terlihat tapi kelamaan akan terbukti dengan  berjalan waktu.
Contoh :  waktu Thomas Alfa Edison menciptakanproyektor pembuat film banyak orang yang menganggap bahwa barang tersebut tidak berguna dan hanya menghabiskan waktu baru kemudian setelah beberapa waktu orang dapat memahami betapa pentingnya penemuan tersebut. Kemampuan kreatif tidak dapat diramalkan dengan IQ. Orang yang punya IQ sama seringkali berbeda dengan kreativitasnya. Menurut Guilford tes intelegensi mengukur hasil berpikir konvergen, sedang kreatif mengukur hasil berpikir divergen.


Perkembangan emosi dan sosial anak usia prasekolah ditentukan oleh kualitas hubungan anak dan keluarga.
Gaya pengasuhan yang berbeda pada setiap orangtua akan mempengaruhi.
a.      Kepribadian anak
b.      Kegiatan bermain
1.      Keluarga
Keluarga mempunyai beberapa fungsi antara lain :
-         Sebagai Unit Ekonomi
-         Sebagai pemeliharaan dan wadah sosialisasi bagi generasi baru
Hal-hal yang mempengaruhi perkembangan emosi dan sosial dalam keluarga :
a.            Gaya pengasuhan
Gaya pengasuhan orang tua, secara relatif stabil untuk jangka waktu yang cukup lama.
b.            Hubungan Antar Saudara
Hubungan anak dengan orangtua lebih positif dan bervariasi dari pada dengan saudara kandung.
c.             Keluarga yang berubah
Tak selalu keluarga utuh. Perceraian menyebabkan keluarga berubah. Kondisi-kondisi yang membawa pengaruh terhadap perkembangan sosial anak :
1)            Ibu bekerja
Pengaruh Ibu bekerja pada anak
Usia Bayi 2 tahun                         : Kelekatan dengan ibu
  menjadi berkurang atau
                                                                                      hilang.
Usia Prasekolah                : Menimbulkan problem
  perilaku
Usia SD – Remaja                        : Menjadikan anak mandiri

2)            Perceraian
Perceraian adalah peristiwa yang sangat emosional dan membenamkan anak ke dalam konflik.
Kerugian yang diderita oleh anak sebagai akibat perceraian :
a.            Absennya salah satu orangtua berarti hilangnya salah satu model.
b.            Kesulitan ekonomi akan mempengaruhi segala aspek perkembangan anak.
c.             Secara sosial anak mengalami ketidakdewasaan bersikap terlihat pada prestasi sekolah yang menurun.

2.      Teman Sebaya
Salah satu fungsi terpenting teman sebaya adalah sebagai sumber informasi dan bahan pembanding di luar lingkungan keluarga.Melalui teman anak memperoleh umpan balik tentang kemampuan yang dimilikinya.

3.      Bermain
Bermain merupakan hal yang essensial bagi kesehatan anak. Adapun manfaat bermain adalah :
-         Meningkatkan kerjasama, tanggung jawab.
-         Menghilangkan ketegangan
-         Meningkatkan perkembangan kognitif
-         Meningkatkan eksplorasi
-         Memperluas kesempatan bagi anak untuk mengobrol dan berinteraksi dengan teman sebaya.


4.      Perkembangan Kepribadian
Tahap-tahap pada masa usia prasekolah yaitu :
a.            Jati diri adalah dimana anak merasa bahwa dirinya adalah miliknya sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Misalnya :  Kasih saying dan pujian yang diberikan oleh orangtua kepada anak akan membentuk jati diri yang positif.
b.            Peran Jenis Kelamin, adalah salah satu harapan yang bersifat sosial tentang bagaimana seseorang harus bertindak dan berfikir baik sebagai perempuan ataupun sebagai laki-laki, misalnya : seorang anak laki-laki menginginkan benda dan mainan laki-laki.
c.             Perkembangan moral, hal ini berkaitan dengan peraturan dan kebiasaan yang seharusnya dilakukan oleh seseorang dalam rangka berhubungan dengan orang lain. Perkembangan moral dapat terlaksana bila :
a.      Anak sudah mampu berfikir tentang aturan yang menyangkut etika perbuatan.
b.      Perilaku anak sesuai dengan suasana dan lingkungan moral.
c.       Anak merasa bersalah apabila melanggar aturan yang telah ditetapkan, dan sebaliknya ia merasa senang bila dapat melawan godaan.

5.      Disiplin
Disiplin adalah suatu pembatasan yang dikenakan kepada anak dalam rangka pengasuhan dan pendidikan anak, ada beberapa bentuk disiplin yang biasa diterapkan orang tua yaitu :
a.      Disiplin dengan pemaksaan, disiplin ini dilaksanakan dengan cara :  hukuman fisik, pemaksaan dan kekuasaan secara langsung, mengurangi pemberian materi, membatasi previllese.
b.      Disiplin tanpa paksaan, adalah konsekuensi disiplin terhadap perilaku anak. Ada dua teknik disiplin yang tergolong jenis ini, yaitu ;
1).  Tehnik disiplin yang berbentuk cinta-menolak. Dalam hal ini orangtua tidak memberikan hukuman fisik melainkan dengan cara :  mengabaikan, menunjukan ketidaksenangan.
2).  Tehnik Pembawa, yaitu tehnik mendisiplinkan anak dengan cara memberi penjelasan atau alasan mengapa anak harus mengubah tingkah laku mereka.

6.      Perluasan Pembinaan bagi anak usia prasekolah
Adapun perluasan pembinaan bagi anak usia prasekolah mempunyai tahapan-tahapan sebagai berikut :
a.      Bina keluarga balita.
b.      Tempat penitipan anak
c.       Taman bermain dan taman kanak-kanak
d.      Dapat dilakukan oleh orangtua dan guru Taman bermain dan Taman Kanak-kanak untuk mengembangkan anak usia prasekolah.

Untuk anak usia 4 s/d 5 tahun.
a.      Perkembangan sosial – emosional
-         Guru memudahkan perkembangan kontrol diri anak dengan menggunakan teknik bimbingan yang positif seperti modeling (memberi contoh yang baik).
-         Kepada anak diberikan berbagai kemungkinan untuk mengembangkan keterampilan sosial seperti bekerjasama.


b.      Perkembangan bahasa danminat baca – tulis
-         Anak harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk melihat betapa membaca dan menulis itu mempunyai kegunaan yang luar biasa, anak dapat mengisntruksikan untuk menulis nama, mengenal bunyi nama, dan mengidentifikasikan tulisan nama.

c.       Pengembangan Kognitif
-         Anak mengembangkan pemahaman mengenai konsep tentang diri sendiri, orang lain, dan dunia sekitarnya melalui pengamatan, dengan cara berhubungan dengan orang lain dan dengan benda yang sebenarnya.

d.      Perkembangan Fisik
-         Setiap anak diberi kesempatan untuk melatih otot-ototnya melalui berbagai kegiatan seperti berlari, melompat dan latihan keseimbangan.
-         Setiap hari anak diberi kesempatan untuk melatih otot-ototnya melalui aktivitas bermain seperti main puzzle, papan pukul, melukis, memotong dan lain-lain.




e.       Perkembangan estetik
Setiap hari anak diberi kesempatan untuk mengekspresikan perasaan estetik dan apreasiasi mereka melalui kesenian dan musik.

f.        Motivasi
Rasa ingin tahu yang secara alamiah ada dalam diri anak dan keinginan mereka untuk berbuat segala sesuatu masuk akal, dapat dipergunakan untuk memotivasi dalam kegiatan belajar.

Masa Akhir Anak-Anak

Periode ini mulai sejak anak-anak berusia 6 tahun sampai dengan seksualnya matang, Kematangan seksual ini sangat bervariasi baik antar jenis kelamin maupun antar budaya yang berbeda.
Masa ini disebut juga masa anak sekolah. Anak-anak sudah lebih mandiri. Pada masa inilah anak paling peka dan paling siap untuk belajar. Mereka haus akan pengetahuan dan ingin selalu mengetahui dan memahami.
Pertumbuhan fisik anak tetap berlangsung, anak menjadi lebih tinggi, lebih berat, lebih kuat, dan lebih banyak belajar berbagai keterampilan.
Proses kognitif mereka sudah lebih logis dan tidak egosentris lagi. Anak sudah lebih mampu berfikir, belajar, mengingat, dan berkomunikasi. Mereka juga sudah dapat memperhitungkan berbagai aspek yang ada sebelum mengambil suatu kesimpulan.
Salah satu kemampuan kognitif yang berkembang pada saat ini adalah kemampuan melakukan konservasi (konsep bolak-balik ; mampu memahami sesuatu ; misalnya air, banyak air akan tetap sama, walaupun tempatnya berbeda-beda). Anak juga sudah memperlihatkan kemajuan dalam konsep waktu, dan jarak, walaupun pemahaman mereka mengenai angka masih terbatas.
Pada masa ini kosa kata anak sangat meningkat dan mereka dapat menguasai tata bahasa. Mereka juga sudah dapat belajar menguasai lebih dari satu bahasa (multilingualisme). Secara formal mereka sudah dapat diajarkan membaca dan menulis.
Perkembangan sosial anak mulai meningkat yang ditandai dengan adanya pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai kebutuhan ketentuan maupun peraturan-peraturan. Selain itu hubungan-hubungan antara anak dengan keluarga, teman sebaya dan sekolah sangat mewarnai perkembangan sosialnya.
Perkembangan kepribadian anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan kognitifnya. Hal ini akan membentuk persepsi anak mengenai dirinya sendiri, dalam kompetensi sosialnya, dalam peran jenis kelaminnya, dan dalam menegakan pendapatnya mengenai apa yang benar dan salah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...