Ads by BuzzCity

Kamis, 07 Juni 2012

Home » » Anti Biotik Alami untuk melawan bakteri

Anti Biotik Alami untuk melawan bakteri

Sakit merupakan hal yang sering dialami oleh tiap manusia dari anak bayi sampai orang tua dan bila sakit maka otomatis akan minum obat dan diberikan anti biotik dari bahan-bahan kimia sehingga mau tidak mau tubuh kita akan mengkonsumsi bahan kimia yang berasal dari obat dan anti biotik sehingga lama kelamaan akan terjadi penimbunan dalam tubuh manusia.

lalu apakah ada anti biotik yang didapatkan secara alamiah tanpa ada campuran bahan kimia?ternyata jawabannya ada dan banyak anti biotik alami yang berasal dari bahan-bahan alami yang ada disekitar kita yang pasti harga lebih murah bahkan gratis.

fungsi dari anti biotik sendiri sebagai zat yang dibutuhkan oleh untuk melawan infeksi baik disebabkan oleh bakteri/virus.bila kita mengkonsumsi anti biotik secara continue dikhawatirkan akan berakibat fatal dan menjadikan virus/bakteri lebih kuat,maka hendaknya kita mengkonsumsi anti biotik seperlunya saja karena pada dasarnya dalam tubuh manusia sudah terbentuk anti biotik secara otomatis,sehingga kita tinggal melengkapinya saja.


berikut ini beberapa anti biotik alami yang ada disekitar kita:

Bawang merah
Kandungan belerang dalam bawang merah (yang memberikan bau kuat dan rasa khas) dipercaya mengandung zat diuretik dan antibakteri. Seperti halnya cara tradisional yang digunakan bawang putih untuk melawan flu, sirup yang terbuat dari bawang merah bekerja sebagai ekspektoran (membantu mengeluarkan lendir dan bahan lainnya dari paru-paru, bronkus, dan trakea) untuk batuk yang membandel. Juga dapat membantu meningkatkan aliran darah serta berfungsi melawan radang.

Bawang putih
Sebagai salah satu tanaman obat tertua, bawang putih digunakan di banyak kebudayaan sebagai antibiotik alami dan karena kemampuannya melawan demam dan flu. Zat kimia allicin membuat bawang putih memiliki rasa dan bau yang kuat serta memiliki zat therapeutic (pengobatan atau terapi yang menyembuhkan penyakit atau mengurangi rasa sakit). Hasil penelitian menunjukkan, bawang putih juga dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi kadar kolesterol. Ditambah lagi, hasil penelitian baru-baru ini menemukan bahwa bawang putih lebih efektif mengobati keracunan makanan daripada obat-obatan standar lainnya.

Teh hijau
Meskipun bukan antibiotik yang cukup kuat, namun teh hijau dalam penelitian ilmiah dapat membantu kinerja antibiotik. Selain tinggi kandungan antioksidan dan secara umum bermanfaat buat tubuh, teh hijau juga rendah kafein dan dapat membuat bakteri rentan terhadap antibiotik.

Madu
Madu bagus untuk luka dan infeksi, terutama madu Manuka, dari lebah yang secara eksklusif diberikan tanaman manuka di Selandia Baru dan Australia. Madu tersebut juga terkenal mengandung antibiotik. Mengandung enzim antimikroba yang mengeluarkan hidrogen peroksida, madu dapat menghalangi pertumbuhan bakteri dan digunakan untuk mengobati infeksi bakteri internal dan eksternal, termasuk radang perut. Setetes madu Manuka ampuh mengobati infeksi.

‘Echinacea’
Sebagai ekstrak tumbuhan, Echinacea digunakan untuk melawan berbagai gigitan serangga, bakteri dan virus. Juga merangsang sistem kekebalan tubuh agar sel darah putih dapat lebih efektif melawan infeksi. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi suplemen Echinacea secara rutin dapat mengurangi peluang terkena pilek sekitar 58 persen dan akan mengurangi peluang terkena penyakit. Namun efektivitasnya dapat berkurang, jadi disarankan untuk mengonsumsinya hanya selama beberapa pekan, terutama selama sakit di musim dingin dan jika kamu merasa daya tahan tubuhmu menurun.

sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...