Ads by BuzzCity

Rabu, 22 Juni 2011

Home » , » SOSIALISME MEMANDANG KOMUNISME

SOSIALISME MEMANDANG KOMUNISME

SOSIALISME MEMANDANG KOMUNISME


Sosialisme
merupakan salah satu ideologi yang cukup berpengaruh di abad ke-20.
Sosialisme yang kemudian menjadi ruh perjuangan kaum tertindas dan
menjadi ruh perjuangan para kaum ‘kiri’.Sosialisme tidak identik dengan
fasisme, komunisme atau Marxisme, melainkan merekalah yang sebenarnya
mendapat pengaruh dari sosialisme itu sendiri, meskipun dikemudian
mereka keluar secara terang-terangan dari sosialisme. Sosialisme
utopis, merupakan cikal bakal lahirnya sosialisme modern. Dari sana
muncul beberapa tokoh yang berpengaruh dalam melahirkan sosialisme
sebagai sebuah ideolog, sistem kehidupan, atau bahan diskursus yang
cukup penting dizamannya.
Sosialisme merupakan sebuah sistem kehidupan, ideologi, paham yang
mendambakan kehidupan masyarakat yang ideal, ’sama rata’, berkeadilan,
dan sejahtera. Diilhami dari “Utopia”, sebuah judul buku yang
dibuat oleh Thomas More (1478-1535), seorang ‘Sir’ yang mati dipenggal
pada masa Raja Henry IV. Negeri ’Utopia’ mendambakan kondisi masyarakat
yang “sama”; segala apa dimiliki bersama, semua orang bekerja dan semua
orang menikmati pendapatan bersama. Adapaun cita-cita sosialisme
menurut Theimer, yang dikutip oleh Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno dalam
buku “Pemikiran Karl Marx”, ”gagasan bahwa kekayaan dunia ini adalah
milik bersama, bahwa pemilikan bersama lebih baik daripada pemilikan
pribadi, sudah sangat tua. Pemilikan bersama pada ajaran ini akan
menciptakan dunia lebih baik, membuat sama situasi ekonomis semua
orang, meniadakan perbedaan antara miskin dan kaya, menggantikan usaha
megejar keuntungan pribadi dengan kesejahteraan umum.Dengan demikian
sumber segala keburukan sosial dapat dihilangkan, tidak akan ada perang
lagi,semua orang akan menjadi saudara”.
Sementara dalam buku “Sosialisme Indonesia” karya Dr. H.
Roeslan Abdul Ghani, yang mendeskripsikan cita-cita sosialisme “Sekali
lagi saja tegaskan; tjita tjita sosialisme, baik Utopisme maupun
Marxisme adalah tjita-tjitanya untuk kaum miskin dan kaum melarat; atau
lebih tepat kaum jang dimiskinkan dan kaum jang dimelaratkan”. Dan
beliau bicara tentang Falsafah Sosialisme…”Filsafah sosialisme adalah
falsafah jang bersumber kepada adanja kemiskinan dimasjarakat, adanja
penindasan dan pengisapan”
Sebelum itu,masih menurut Romo Magnis, Plato pernah mengemukakan
bahwa dalam memimpin suatu negara, seorang pemimpin negara tidak boleh
memiliki hak milik, berkeluarga, segala kepemilikan bersama, dan hidup
menurut aturan bersama.Dan pada abad ke-5 SM, Euhemeros dan Jambulos
menuntut sosialisme untuk semua, terutama Jambulos yang mendeskripsikan
“negara matahari”, segalanya milik bersama, termasuk istri. Hingga
sosialisme menjadi sesuatu yang utopis, dan berevolusi menjadi sebuah
ajaran yang sedikit bersifat ‘ilmiah’, dengan tidak hanya bertumpu dari
sekedar pemikiran dan proses khayal semata. Namun telah beralih pada
proses pembuktian ilmiah, yang coba diangkat Marx dalam melahirkan
komunisme-nya.
Menurut Marx, bahwa sosialisme sebenarnya berasal dari sifat dasar
manusia sebagai mahluk sosial. Diskursus mengenai sosialis,
sesungguhnya sudah muncul pada masa pencerahan, abad ke-18, dengan
beberapa tokoh, diantaranya: Marquis de Concordet, Voltaire, J.J
Rousseau, Diderot, dll. Mereka merupakan para pemikir dan penulis
revolusioner asal Perancis. (http://id.wikipedia.org/Sosialisme_Utopis).
Adapun tokoh dan pemikir kaum sosialisme, diantaranya: Francois-Noel
Babeuf (1760-1797), seorang inspirator bagi kaum sosialis aliran keras,
Saint-Simon, Robert Owen (1771-1858), Charles Fourier
(1772-1837),seorang sosialis yang paling utopis, dan seorang feminisme
radikal, Etienne Cabet (1788-1856), seorang pengacara, Louis-Auguste
Blanqui (1805-1881), seorang revolusioner yang hendak mencapai
sosialisme melalui pemberontakan kaum buruh.
Komunisme merupakan sayap radikal sosialisme yang dikembangkan oleh
Karl Marx dan Frederich Engles. Marx secara pemikiran memang berkembang
diwilayah sosialis dan berkawan dekat dengan beberapa orang sosialis,
seperti: Proudhon, Weithling, dll. Meskipun dikemudian hari Marx
bersebrangan dengan Proudhon yang jelas-jelas menolak komunisme dan
kapitalisme, dan Weithling yang menolak pola sosialisme Marx dan Engles.
Adapun pandangan sosialisme terhadap komunisme yang dikutip dari
buku William Ebenstein, Isme-isme yang Menggunjang Dunia. Sebagai
berikut:
1) Kaum komunis berusaha mengakhiri kapitalisme dengan suatu tindakan
revolusioner dan perang saudara. Sedangklan sosialisme lebih berpegang
teguh pada tata cara kontitusi. Kaum sosialis seperti Partai Buruh di
Inggris, lebih menjalankan aksi perubahan masyarakatnya dengan masuk di
jalur parlemen. Partai Buruh pun menolak untuk bergabung dengan Partai
komunis Inggris, atau komunis sekalipun. Sosialisme Inggris nampak
‘anti-komunis’, sehingga dua orang kader Partai Buruh mesti
dikeluarkan, disaat mereka menjadi pembicara di kalangan kaum komunis.
2) Paradigma berfikir kaum sosialis mengenai bagaimana memperoleh suara
terbanyak dalam parlemen, nampak sedikit lebih maju dari ‘saudaranya’,
kaum komunis yang hanya berkutat mengenai kelas dan pertentangan kelas.
3) Mengenai peralihan kepemilikan publik/bersama, kaum komunis lebih
pada proses yang berlangsung cepat terlaksana sepenuhnya, dikarenakan
pola fikir mereka mengenai kekayaan kapitalis merupakan barang curian
yang harus segera dikembalikan, sedangkan kaum sosialis tidak, mesti
butuh proses yang panjang, serta menggunakan langkah-langkah strategis
secara bertahap.
4) Mengenai kepemilikan perseorangan dan umum.Kaum komunis lebih
menganggap kepemilikan umum lebih baik daripada perseorangan sehingga,
apa yang disebut nasionalsisasi total mesti diwujudkan. Kaum sosialis
lebih memiliki prinsip-prinsip empiris yang menunjukan suatu keadaan
istimewa apakah suatu industri atau departemen mesti harus ditempatkan
dibawah pemilikan dan pengawasan umum, atau tidak.
5) Dalam melakukan perubahan sosialisme lebih menggunakan anjuran
secara damai, sedangkan komunisme tidak.Dan berpendapat bahwa anjuran
damai tidak lagi dibutuhkan disaat kapitalisme telah menguasai seluruh
aspek kehidupan dari mulai alat komunikasi, pendidikan, dan propaganda
yang berpihak untuk keuntungan status quo kapitalis. Intinya
kapitalisme dan segala macam perangkat penunjangnya mesti dihancurkan
secara seluruhnya.
6) Kaum sosialis menolak tesis kaum komunis yang beranggapan bahwa
pilihan Negara demokrasi adalah diantara kapitalisme penuh dan
kolektivisme.
7) Paham dan para penganut sosialisme lebih terbuka akan pandangan
isme-isme diluar mereka, selama sejalur dengan perjuangan mereka.
Seperti yang terjadi di zaman sekarang munculnya sosialisme gaya baru.
Sedangkan komunisme dengan tegas menolak system atau paham diluar
mereka terutama yang berhubungan erat dengan kapitalisme, liberalisme,
demokrasi, hingga aliran sayap kanan-religius.
Sebagaimana diketahui bahwa sosialisme memang menjadi inspirasi
perjuangan kaum buruh dan dikemudian hari melahirkan aliran revolusi
garis keras dan lebih radikal dari sosialis, komunis. Dan Marx menjadi
jiwa yang berusaha mengembangkan dan lebih menyebarluaskannya ke
seluruh dunia dengan kitab sucinya, “manifesto komunis”.
Ideologi sosialisme memang tidak melahirkan kitab suci spt;
marxisme-komunis, dan negara superpower, seperti Uni Soviet. Yugoslavia
yang sempat mengarah kepada bentuk sosialis, disaat Joseph Bros Tito
memimpin, sebenarnya masih dipengaruhi komunisme walau tidak dominan.
Mesti demikian, sosialisme sebagai sebuah ideologi, sistem ekonomi, dan
pernah menjadi sistem pemerintahan masih akan tetap berkembang menjadi
sebuah ajaran yang mampu disandingkan dengan beberapa paham spt:
demokrasi, Islam, liberal, dll. Sosialisme masih akan melangkah kedepan
dan maju serta berevolusi untuk melahirkan kreasi baru yang lebih
diterima masyarakat. Seperti geliat sosialisme di Indonesia tidak lepas
dari keinginan untuk membangkitkan kembali sosialisme yang dahulu
sempat tenggelam. Apakah memang sosialisme akan bangkit kembali?
Rujukan :
  • Franz Magnis-Suseno. Pemikiran Karl Marx. Gramedia. 1999
  • William Ebenstein. Isme-isme yang Menggunjang Dunia. Penerbit Narasi. 2006
  • Roeslan Abdul Ghani. Sosialisme Indonesia. Yayasan Prapantja. 1964
  • http://id.wikipedia.org/Sosialisme_Utopis
* Eko Widiyarto. Mahasiswa Filsafat UGM & Santri Ma’had Daaru Hiraa, Yogyakarta.
source

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...