Ads by BuzzCity

Senin, 20 Juni 2011

Home » » Joseph Massad: Demokrasi, Alat AS untuk Menjarah Kekayaan Alam Bangsa Lain

Joseph Massad: Demokrasi, Alat AS untuk Menjarah Kekayaan Alam Bangsa Lain

Dosen Universitas Columbia Amerika Serikat, Profesor Joseph Massad, Sabtu (11/6) dalam sebuah artikelnya, menulis, AS bermaksud menjarah kekayaan negara-negara Arab dengan dalih menegakkan demokrasi. Tulisan itu sendiri diberi judul "Penjarahan negara-negara Arab oleh kaum kapitalis AS dengan kedok demokrasi."
IRNA melaporkan dari Malaysia, Massad dalam artikelnya yang dimuat di situs Gerakan Internasional untuk Keadilan Dunia Malaysia, mengatakan, model demokrasi Amerika di negara-negara Arab adalah instrumen untuk mencuri kekayaan bangsa Arab. Ditambahkannya, berdasarkan hal itu, nasib negara-negara Eropa Timur juga tengah menanti dunia Arab.
Massad menyatakan, dengan runtuhnya Uni Soviet, Blok Timur dipaksa untuk mengorbankan kekayaan pemerintah sosialis untuk dijarah oleh mafia kapitalis. Di Afrika Selatan, kehidupan warga juga telah menjadi korban sistem ekonomi Apartheid. Di kedua kawasan itu, rakyat biasa dan lapisan masyarakat bawah berada di bawah tekanan ekonomi. Namun sebaliknya, orang-orang tertentu bergabung dengan kelompok kapitalis dan menikmati "berkah" demokrasi.
Lebih lanjut, Profesor Massad menambahkan, kini sepertinya nasib serupa akan menimpa negara-negara Arab dan Afrika, yang tengah diguncang gelombang kebangkitan rakyat.
"Di negara-negara seperti Mesir sepanjang era kepemimpinan Hosni Mubarak, modal Barat menguasai ekonomi negara itu melalui lembaga-lembaga non-pemerintah seperti, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia," tambahnya.
Menurutnya, pasca kebangkitan rakyat di Mesir dan Tunisia, Amerika bersama Arab Saudi dan Qatar berupaya memuluskan jalannya tokoh-tokoh reformis pro-Barat untuk menguasai urusan politik dan ekonomi negara tersebut. Langkah itu dilakukan melalui bantuan finansial kepada negara yang baru saja dilanda krisis.
Pada bagian lain tulisannya, Profesor Massad menandaskan, Washington menjelang kejatuhan Mubarak, menyatakan bahwa mereka mendukung bangsa Mesir dalam transisi demokrasi. Realita yang terjadi di Eropa Timur juga seperti itu, Amerika melalui topeng demokrasi, dengan mudah menjarah kekayaan negara-negara tersebut. Proyek ini sepertinya akan terulang di negara-negara Arab.
"Di negara-negara seperti Mesir dan Tunisia, yang telah menumbangkan sekutu AS dan Arab Saudi, Washington juga tengah menyusun strategi untuk menenangkan warga demi melanjutkan kebijakan imperialisme di kawasan," tegasnya. (irb/ian)
rimanews.com








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...